Pemuda Panca Marga adalah Organisasi kemasyarakatan Pemuda yang bersifat kekeluargaan dan merupakan wadah berhimpun bagi Putera-Puteri Veteran Republik Indonesia beserta keturunannya yang memiliki hubungan kesejarahan, aspirasi, dan koordinasi dengan Legiun Veteran Republik Indonesia dan merupakan bagian dari Keluarga Besar TNI / Polri

Jumat, 12 Juli 2013

REVITALISASI KONSTRUKSI KEBANGSAAN

 
ACARA PP PPM TANGGAL 22 JULI 2013
TUJUAN
1.      Menemukenali fenomena ancaman ril konstruksi kebangsaan  Indonesia
2.      Menggali pemikiran-pemikiran inovatif yang berpeluang untuk lebih merekatkan konstruksi kebangsaan Indonesia dalam berbagai pilar
3.      Merumuskan solusi cerdas dan efektif sebagai enerji integratif untuk membawa Indonesia lebih maju dan sejahtera

Senin, 01 Juli 2013

Cerita menarik di balik pasukan polisi menangkap tokoh PKI Muso

Muso. wikipedia.org

Hari ini, Kepolisian RI berulang tahun. Menarik menengok kembali kisah sukses polisi dalam berbagai operasi, seperti ketika menangkap tokoh PKI Muso.

Ceritanya, Hari Ulang Tahun Kepolisian Negara, 1 Juli 1948, dijadikan momentum pemberantasan komunis di Indonesia. Sebab, kelompok kiri tersebut berulah dengan melakukan pemberontakan terhadap pusat pemerintahan.

Di acara HUT Kepolisian Negara yang dihadiri sejumlah pimpinan pemerintahan, angkatan perang, instansi pemerintah dan pemuka masyarakat itu, Moehammad Jasin selaku komandan Mobiele Brigade Besar (MBB), cikal bakal Brimob, merangkap koordinator Mobiele Brigade (MB) Karesidenan se-Jatim meminta perintah khusus kepada R soemarto, Wakil Kepolisian Negara.

Perintah khusus itu adalah mempersiapkan kekuatan untuk menyerang sejumlah wilayah yang menjadi basis dan melucuti senjata komunis.

"Jangan sekadar diperbantukan. Saya mohon agar Djawatan Kepolisian Negara memerintahkan saya untuk mempersiapkan MBB Jawa Timur. Jika perlu, menyertakan MB Karesidenan di Jawa Timur untuk melucuti senjata kesatuan-kesatuan kiri," kata Jasin kepada Soemarto seperti dikutip dalam buku 'Memoar Jasin Sang Polisi Pejuang' terbitan Gramedia.

Dalang di balik gangguan keamanan dan kudeta di Yogyakarta, adalah Muso, dia merupakan tokoh utama Partai Komunis Indonesia (PKI). Jasin dan pasukannya sudah beberapa menyerbu daerah yang menjadi basis komunis seperti Madiun, Surakarta atau Solo.

Ternyata Muso juga menjadikan Ponorogo, Jawa Timur, sebagai salah satu basis dalam mengatur kekuatan untuk menentang pemerintah. Pasukan Republik Indonesia menyerbu sarang Muso di Ponorogo, 31 Oktober 1948.

Namun, Muso terus menerus berhasil melarikan diri. Muso menyamar sebagai kusir dokar dan berhasil lolos melintasi pos pasukan republik tanpa dikenali.

Setelah Muso, kemudian ada sebuah mobil mengikutinya dari belakang. Muso mengira mobil itu milik petugas yang sedang memburunya, dia salah karena mobil tersebut hanya kebetulan berada di belakangnya.

Tak ingin tertangkap, Muso menembaki mobil tersebut dari atas dokar. Aksi tembak menembak dengan petugas terjadi. Dengan lantang, Muso berteriak 'Muso tidak kenal menyerah!'.

Tersudut, Muso melarikan diri dan berlindung di kamar mandi milik penduduk desa yang terbuat dari gedhek. Dalam keadaan terdesak, Muso masih menembaki petugas. Polisi meminta pentolan PKI itu untuk menyerah, Muso menjawab dengan tembakan.

Prajurit pun mengarahkan senjata mitraliur ke tempat persembunyian Muso. Muso roboh. Meski luka berat, dia masih hidup. Muso dibawa ke rumah sakit Ponorogo.

Kepala polisi Ponorogo menghubungi Moehammad Jasin sebagai komandan MBB Jawa Timur merangkap koordinator Mobiele Brigade (MB) Karesidenan se-Jatim. Jasin menyaksikan Muso mengembuskan napas terakhir.

Senin, 13 Mei 2013

Berapa Sih Besaran Tunjangan Veteran Pejuang Kemerdekaan? Ini Dia Daftarnya

Herdaru Purnomo - detikfinance
 Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) melalui Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2013, Peraturan Pemerintah Nomor 29 Tahun 2013 dan Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 2013 telah menaikkan tunjangan kepada bekas anggota Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP), Perintis Pergerakan Kebangsaan/Kemerdekaan dan para Veteran.

Hal ini didasarkan pada kenyataan bahwa tunjangan tersebut sudah tidak sesuai dengan perkembangan keadaan saat ini.

Melalui Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2013 kepada bekas anggota KNIP kini diberikan tunjangan kehormatan sebesar Rp 2.128.000,00 setiap bulan (sebelumnya Rp 1.988.000,00). Apabila bekas anggota KNIP meninggal dunia, kepada janda/dudanya yang sah diberikan tunjangan kehormatan sebesar Rp 1.585.000,00 setiap bulan (sebelumnya Rp 1.481.000).

Dalam hal bekas anggota KNIP mempunyai lebih dari seorang istri yang sah, maka yang mendapat tunjangan kehormatan adalah istri pertama.

"Istri yang pertama sebagaimana dimaksud adalah istri yang paling lama dinikahinya tanpa terputus oleh perceraian," demikian bunyi Pasal 3 Ayat (3) PP tersebut yang dikutip dari situs Sekretariat Kabinet, Senin (6/5/2013).

Sementara pada Pasal 3 Ayat (4) disebutkan, pembayaran tunjangan dihentikan apabila janda/duda bekas anggota KNIP meninggal dunia atau kawin lagi.

Adapun pemberian tunjangan Perintis Pergerakan Kebangsaan/Kemerdekaan sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 29 Tahun 2013 adalah Rp 2.128.000,00 (sebelumnya Rp 1.988.000,00); dan apabla Perintis Pergerakan Kebangsaan/Kemerdekaan meninggal dunia maka kepada janda/dudanya diberikan tunjangan sebesar Rp 1.585.000,00 (sebelumnya Rp 1.481.000,00).

Mengenai besarnya tunjangan kepada Veteran Pejuang kemerdekaan RI sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 2013 disebutkan: a. Golongan A sebesar Rp 1.310.000,00 (sebelumnya Rp 1.224.000,00); b. Golongan B sebesar Rp 1.276.000,00 (sebelumnya Rp 1.192.000,00); Golongan C adalah Rp 1.225.000,00 (sebelumnya Rp 1.144.000,00; d. Golongan D adalah Rp 1.194.000,00 (sebelumnya Rp 1.115.000,00); dan e. Golongan E adalah Rp 1.168.000,00 (sebelumnya Rp 1.091.000,00).

"Kepada Veteran yang menderita cacat badan dan/atau cacat ingatan diberikan tambahan tunjangan cacat sesuai dengan ketentuan yang berlaku bagi Purnawirawan TNI/Polri yang cacat," jelas Pasal 4 Ayat (3) PP tersebut.

Adapun Tunjangan Veteran yang diberikan kepada janda/duda Veteran Pejuang Kemerdekaan RI adalah: a. Golongan A Rp 1.189.000,00 (sebelumnya Rp 1.111.000); b. Golongan B Rp 1.134.000,00 (sebelumnya Rp 1.059.000,00); c. Golongan C Rp 1.081.000,00 (sebelumnya Rp 1.010.000,00); d. Golongan D Rp 1.033.000,00 (sebelumnya Rp 965.000,00); dan e. Golongan E Rp 987.000,000,00 (sebelumnya Rp 922.000,00).

Ketentuan mengenai perubahan besaran tunjangan untuk bekas anggota KNIP, Perintis Pergerakan Kebangsaan/Kemerdekaan, dan Veteran Pejuang kemerdekaan RI ini berlaku mulai 1 Januari 2013. Adapun PP mengenai pemberlakuan hal itu berlaku per tanggal diundangkan, yaitu 11 April 2013.


(dru/dnl)

Sabtu, 30 Maret 2013

TANTANGAN TERSUKAR BANGSA INDONESIA

Tantangan bangsa Indonesia dalam menghadapi masa depan tidak sedikit dan banyak di antara tantangan itu merupakan masalah yang sukar. Seperti tantangan membangun ekonominya dengan pertumbuhan yang tinggi, tapi di pihak lain juga mengatasi kemiskinan dan kesenjangan lebar antara orang kaya dan miskin. Atau keharusan membangun infrastruktur untuk transportasi yang luas ke seluruh wilayah nasional di darat, laut dan udara, maupun untuk menghasilkan tenaga listrik dalam jumlah besar. Ini semua merupakan tantangan yang berat bagi Pemerintah di Pusat dan Daerah maupun bagi seluruh rakyat Indonesia.

Namun di antara berbagai tantangan yang sukar dan berat ini yang tersukar dan berat adalah kewajiban membangun Manusia dan Masyarakat yang tinggi kualitasnya, karena inilah hakekatnya penentu bagi keberhasilan seluruh usaha dan pembangunan menuju pencapaian Tujuan Nasional kita.
Sebetulnya banyak yang sadar akan pentingnya faktor Manusia dan Masyarakat. Antara lain Presiden Sukarno, presiden kita pertama, selalu mengemukakan pentingnya Nation & Character Building. Juga dalam masa kepemimpinan Presiden Soeharto dicanangkan bahwa hakekat pembangunan nasional Indonesia adalah membangun Manusia dan Masyarakat Indonesia. Dan dalam kehidupan sehari-hari selalu orang suka mengatakan bahwa untu mencapai keberhasilan yang penting adalah the Man behind the gun atau orang-orang yang melakukan usaha itu.
Namun demikian, kehidupan bangsa kita menunjukkan bahwa faktor Manusia dan Masyarakat paling sering menjadi halangan untuk keberhasilan satu usaha. Itu bukti bahwa sekalipun ada kesadaran dan pemahaman tentang pentingnya faktor Manusia , usaha yang dijalankan untuk peningkatan mutu Manusia Indonesia masih jauh dari memadai untuk mewujudkan perubahan.
Sebetulnya kurang masuk akal bahwa peningkatan mutu Manusia dan Masyarakat merupakan tantangan berat bagi bangsa Indonesia. Sebab kita melihat bahwa pada dasarnya Manusia Indonesia banyak potensinya yang positif . Seperti adanya potensi kecerdasan yang tinggi; hal itu seringkali kita lihat ketika pemuda Indonesia menonjol dalm pendidikan bersama anak-anak bangsa lain. Juga Manusia Indonesia menunjukkan potensi untuk bersikap fleksibel, mudah menyesuaikan diri dengan berbagai keadaan dan perubahan. Namun bangsa Indonesia kurang mampu menjadikan berbagai potensi itu berkembang menjadi kekuatan nyata yang diperlukan untuk menghadapi kehidupan masa kini dan masa depan secara efektif.
Kekurangan ini mungkin sekali terbentuk karena pengaruh Alam Lingkungan Indonesia yang mudah dan murah. Tanah yang subur dan mudah ditanami apa saja. Cuaca yang tidak pernah terlalu panas atau terlalu dingin. Berbeda dari Alam Lingkungan yang keras, seperti kehidupan di bagian utara Planit Bumi dengan keharusan bagi manusia mengatasi berbagai persoalan yang ditimbulkan musim dingin yang tajam.
Alam Lingkungan yang murah dan mudah cenderung membuat Manusia Indonesia manja mentalnya. Ia menjadi orang yang dalam segala hal hidup santai, tidak merasa perlu berdisiplin, kurang mampu untuk bersifat konsisten, tidak terdorong untuk melakukan hal-hal terbaik dan cenderung bersikap semau gue. Tidak keberatan hasil pekerjaannya asal jadi dan bukan produk unggul.. Sifat gumampang itu membuatnya kurang serieus menghadapi persoalan. Karena manja mental itu berbagai sifat positif dalam diri Manusia tiidak dapat berkembang menjadi kekuatan. Dan karena itu tidak ada niat untuk mencapai yang terbaik.
Hal ini amat sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari. Seperti pandai dan hebat berteori dan berwacana, tetapi hanya bicara belaka tanpa disertai perbuatan menjadikan teori itu kenyataan. Ini kita sering kali jumpai pada para pemimpin tertinggi hingga rakyat di bawah, sejak permulaan kemerdekaan hingga kini. Yang paling menonjol adalah kehebatan Bung Karno menghasilkan Pancasila yang beliau gali dari kehidupan bangsa Indonesia. Akan tetapi baik Bung Karno maupun para pemimpin lain tidak berhasil menjadikan Pancasila yang diakui sebagai Dasar Negara RI, satu realitas nyata dalam kehidupan bangsa. Kita juga acapkali mengalami produk buatan Indonesia bagus mulanya tetapi tidak tahan lama. Seperti jembatan yang runtuh tidak lama setelah selesai dibangun, padahal dibangun dengan dana memadai serta pimpinan proyek berpendidikan teknik yang bagus. Kemanjaan mental juga berakibat kurang adanya daya saing menghadapi pihak lain, bukan karena kurang pintar atau kurang dana, melainkan karena kurang ada semangat juang . Kemanjaan mental ini berakibat luas dan jauh sehingga bangsa Indonesia menjadi kurang mampu menjadikan segala karunia Allah berupa Sumberdaya Alam yang kaya dan bermutu, memberikan manfaat maksimal bagi kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia. Malahan yang jauh lebih banyak mendapat manfaat dari kekayaan Sumberdaya Alam Indonesia adalah orang asing.
Maka menjadi tantangan bangsa bagaimana membuat Manusia Indonesia bersikap arif dan efektif menghadapi Alam Lingkungan yang mudah dan murah. Bukan menjadi manja dan lemah mental, melainkan justru terdorong untuk me-respond kemurahan Tuhan itu dengan menjadikan segala kemurahanNya memberikan manfaat maksimal bagi seluruh bangsa kita sendiri .
Namun tidk semua Manusia Indonesia jadi manja mental dan terdapat perkecualian dalam gambaran Manusia dan Masyarakat itu. Cukup banyak orang Indonesia, pria maupun wanita, yang menunjukkan prestasi tinggi dalam hidupnya. Kita ingat almarhum Pak Dasaad yang sebagai anak muda hanya penjual kacang di pinggir jalan, tetapi kemudian tumbuh menjadi pengusaha besar yang menimbulkan kebanggaan. Kita juga teringat alm Ibu S.K.Trimurti Srikandi Perjuangan Kemerdekaan yang gigih hidupnya dari mulai muda sampai wafat pada usia 96 tahun. Kita juga teringat Pak Maladi yang tidak hanya penjaga gawang yang hebat di masa muda tetapi kemudian juga secara konsisten memimpin PSSI sehingga kesebelasan Indonesia di masanya tergolong terkuat di Asia. Pasti kita tidak lupa Panglima Besar Jenderal Sudirman yang sekalipun sakit berat tetap memimpin perjuangan TNI bersama Rakyat. Serta semua Pejuang Kemerdekaan yang gigih dan konsisten melawan penjajah dan akhirnya dapat memaksanya mengakui kedaulatan dan kemerdekaan bangsa Indonesia. Masih cukup banyak contoh hasil juang Manusia Indonesia yang menonjol. Akan tetapi rupanya perkecualian yang ada itu masih kurang memadai untuk mengkompensasi kelemahan bangsa berupa kemanjaan mental. Orang-orang Indonesia yang pejuang dan menonjol tidak dapat menjadikan bangsa Indonesia secara umum cukup bermutu dan hidup dengan daya saing menonjol dalam Alam Umat Manusia masa kini dan masa datang.
Kunci untuk menghadapi tantangan ini adalah Pendidikan dan Kepemimpinan yang tepat sehingga dapat meniadakan pengaruh negatif dari Alam Lingkungan yang murah dan mudah. Sehingga tidak ada sifat manja mental bangsa. Baik pendidikan di lingkungan Keluarga, maupun di Sekolah dan Masyarakat dapat berperan untuk menjadi kunci pemecahan persoalan.
Juga Kepemimpinan mempunyai peran penting sebagai kunci perubahan. Untuk itu diperlukan Kepemimpinan yang bermutu di setiap eselon dan sektor kehidupan bangsa, mulai Presiden hingga Lurah, pimpinan perusahaan hingga mandor produksi.
Proses Pendidikan makan waktu lama, tetapi merupakan kegiatan utama untuk perbaikan mutu Manusia. Sebab itu harus dilakukan dengan penuh ketekunan, kesabaran dan keuletan. Untuk itu diperlukan Kepemimpinan Nasional dan Daerah yang terdiri dari orang-orang Indonesia yang bukan lemah dan manja mental. Mereka yang menetapkan orang-orang sebagai penyelenggara Pendidikan yang tepat, yaitu tidak saja punya kompetensi tinggi sebagai Pendidik tetapi juga bermental kuat untuk memimpin proses pendidikan dengan sukses. Sebab proses Pendidikan itu tidak mungkin memberikan keberhasilan dalam waktu singkat dan akan banyak dihadapi persoalan, tantangan dan ganngguan.
Proses Pendidikan yang dilakukan di Pendidikan Sekolah itu juga harus dapat mempengaruhi Pendidikan di lingkungan Keluarga. Para Orang Tua perlu memperoleh dampak atau pengaruh untuk mendidik putera-puterinya menjadi orang bermutu, yaitu orang yang berkarakter teguh-kuat, senantiasa mengusahakan yang terbaik dan menjadi warga masyarakat serta warga negara yang produktif.
Seluruh proses perubahan yang ditimbulkan oleh Pendidikan dan Kepemimpinan yang tepat itu harus dapat menghasilkan kebiasaan-kebiasaan hidup baru dalam masyarakat. Kebiasaan-kebiasaan yang mendorong orang untuk hidup, bersikap dan berpikir menghasilkan yang terbaik dalam segenap pekerjaan dan kegiatannya. Dengan begitu lambat tapi pasti bangsa Indonesia akan menjadi bangsa dengan masyarakat bermutu tinggi. Hasil kegiatan bangsa dan produk bangsa Indonesia menjadi benar-benar bermutu dan memperoleh pengakuan dan branding internasional sebagai yang terbaik.
Proses perubahan yang makan waktu lama memerlukan kepemimpinan yang konsisten, ulet, sabar dan taat pada tujuan perjuangan.
Semoga bangsa Indonesia sukses dalam mengatasi tantangan berat dan sukar ini.

Senin, 18 Februari 2013

TEMA HUT KE 32 PEMUDA PANCA MARGA


JAKARTA, 1 Februari 2013 ( BERITA PPM ) Peringatan HUT ke-32 Pemuda Panca Marga (PPM) tahun ini, mengusung tema, “Transformasi Paradigma Menuju Kebangkitan PPM”. Puncak acara ditandai dengan ziarah ke TMP Nasional Kalibata, dilanjutkan dengan acara syukuran di Auditorium Balai Sarbini, Gedung Veteran RI (Plasa Semanggi), Sabtu (9/2) mendatang.
Ketua Panpel HUT ke-32 PPM, Abdilah Karyadi, kepada pers di Jakarta, Jumat (1/2) menjelaskan, organisasi wadah berhimpun anak dan keturunan Veteran RI yang dikenal dengan nama Pemuda Panca Marga, resmi berdiri dan dibentuk pada tanggal 22 Januari 1981, di Pandaan, Jawa Timur. “Pemilihan tema peringatan HUT kali ini, bertolak dari keinginan untuk melakukan transformasi nilai-nilai kejuangan para kader PPM, dari sikap militansi seperti yang dikenal selama ini ke sikap intelektual”, ujar Karyadi yang juga menjabat sebagai salah satu ketua Pimpinan Pusat (PP). PPM. Menurut Karyadi, dalam berbagai kesempatan acara konsolidasi organisasi, Ketua Umum PP. PPM, H. Lulung AL, SH, telah mencanangkan dan selalu mengingatkan bahwa periode masa bakti kepengurusan PP. PPM 2011-2015 sekaligus merupakan era kebangkitan PPM. Karenanya, segenap jajaran PPM di seluruh tanah air, mendukung dan bertekad menyukseskan apa yang telah dicanangkan tersebut. Kegiatan ziarah dan acara syukuran, menurut rencana akan diikuti lebih kurang 1200 anggota Resimen Yudha Putra dari Provinsi DKI Jakarta, Provinsi Jawa Barat dan Provinsi Banten, dengan kekuatan personel masing-masing 400 orang. Ziarah akan dipimpin oleh Ketua Umum PP. PPM, H. Lulung AL, SH dan diharapkan dihadiri para ketua PD. PPM seluruh Indonesia. Sementara pada acara syukuran yang dirangkaian dengan acara hiburan, diharapkan hadir sekaligus menyampaikan sambutan, Panglima TNI selaku Ketua Dewan Pembina PPM, Ketua Umum DPP LVRI dan para senior pendiri PPM. Menurut Karyadi, pimpinan KNPI Pusat dan OKP tingkat nasional juga diundang dalam acara ini. Selain itu, rangkaian kegiatan dalam rangka HUT ke-32 PPM meliputi, forum dialog kebangsaan tgl 27 Februari 2013, di Jakarta, dengan tema, “Revitalisasi Konstruksi Kebangsaan” yang akan diikuti peserta/utusan, DPP LVRI, DPP KNPI, OKP Tingkat Nasional, PTN/PTS di Jakarta, para ketua PD. PPM, Ormas Tingkat Nasional, Parpol, kementerian dan sejumlah lembaga kajian politik/sosial. Di lingkup internal, akan digelar Diklat Kader Tingkat Madya X oleh PD. PPM Jabar yang akan diikuti selain wakil/utusan PC. PPM se-Provinsi Jawa Barat juga wakil-wakil dari PD. PPM seluruh Indonesia. Kegiatan acara lainnya berupa bakti sosial, selain ditujukan untuk para keluarga Veteran RI juga untuk kalangan masyarakat yang waktu dan tempatnya akan ditentukan kemudian. Sementara itu, kegiatan Fun Bike (sepeda santai) menurut rencana digelar bersamaan dengan peringatan Hari Kartini tanggal 21 April 2013 mendatang yang dipusatkan di lapangan Monas, Jakarta Pusat. (SS/Panpel).-

Rabu, 23 Januari 2013

Proposal Dialog Kebangsaan





REVITALISASI KONSTRUKSI KEBANGSAAN




I.              LATAR BELAKANG
Indonesia telah merdeka 67 tahun yang lalu. Banyak capaian yang telah diraih, namun masih banyak lagi yang perlu diupayakan untuk membawa bangsa dan negara ini lebih maju dan sejahtera. Pada era antara tahun 1980 – 1990, Indonesia mendapat julukan sebagai salah satu Macan Asia karena pertumbuhan ekonomi yang sangat mengesankan, keamanan sangat kondusif dan kegiatan investasi sangat signifikan. Saat ini Indonesia juga mengalami kemajuan pesat terutama pasca reformasi dimana Indonesia kini menjadi negara demokrasi tersebar ketiga di dunia. Namun cukupkah dengan semua itu ?
Pada masa perjuangan kemerdekaan Indonesia, para pejuang bangsa telah mengorbankan jiwa dan raga mereka dengan cita-cita luhur tanpa pamrih mengharapkan bangsa dan rakyat negara ini berdiri tegak maju dan sejahtera sejajar dengan bangsa-bangsa lainnya di dunia. Dengan berbagai fenomena yang menimpa bangsa dewasa ini tentunya pasti ada sesuatu yang sedang mengalami ancaman. Akankah bangunan Indonesia dibiarkan terus terancam ?
Sebagai wadah berhimpun Anak dan Keturunan  Veteran Republik Indonesia, Pemuda Panca Marga merasa tergerak untuk menginisiasi suatu forum ilmiah dalam rangka menggali serta merumuskan berbagai pemikiran anak bangsa dari berbagai komponen, sebagai pengejawantahan dari rasa tanggungjawab tersebut. Dalam kerangka tersebut, dialog ini diharapkan dapat menginisiasi langkah-langkah konkrit sebagai upaya merevitalisasi konstruksi kebangsaan kita, sehingga pada tahun 2025 Indonesia dapat mengoptimalkan momentum bonus demografi yang dimiliki,  serta pada akhirnya di tahun 2030 nanti Indonesia akan menjadi negara dengan kekuatan ekonomi terbesar ke-7 di dunia.
II.            TUJUAN
1.      Menemukenali fenomena ancaman ril konstruksi kebangsaan  Indonesia
2.      Menggali pemikiran-pemikiran inovatif yang berpeluang untuk lebih merekatkan konstruksi kebangsaan Indonesia dalam berbagai pilar
3.      Merumuskan solusi cerdas dan efektif sebagai enerji integratif untuk membawa Indonesia lebih maju dan sejahtera

III.         TEMA
Tema Dialog Kebangsaan ini adalah : “REVITALISASI KONSTRUKSI KEBANGSAAN”

IV.         BENTUK DAN MEKANISME DIALOG
Dialog akan dilaksanakan dalam bentuk “Talkshow”. Masing-masing nara sumber menyampaikan informasi, fakta, pemikiran, ide maupun gagasan secara langsung kepada peserta dialog yang dipandu oleh seorang Moderator. Lalu lintas paparan nara sumber dikelola oleh moderator dengan berorientasi kepada tema dialog. Setelah nara sumber mengemukakan berbagai pemikirannya, selanjutnya dilakukan dialog dengan peserta yang hadir.  Paparan nara sumber dan dialog yang dilakukan dengan seluruh peserta, akan dirumuskan sebagai suatu kesimpulan dialog ini dan akan dipublikasikan secara tertulis.   



V.            PEMBICARA/NARA SUMBER
1.   Pewarisan Nilai-Nilai dan Semangat Perjuangan  dan Proklamasi Kemerdekaan Indonesia Kepada Generasi Muda, oleh LetJen (Purn) Rais Abin, Ketua Umum DPP LVRI.
2.   Revitalisasi Konstruksi Kebangsaan Untuk Kelangsungan Proses Demokrasi dan  Pembangunan Bangsa dan Negara, oleh DR. H.Marzuki Alie, Ketua DPR RI;
3.      Kondusivitas Atmosfir Kebangsaan Untuk Keberlanjutan Pembangunan dan Pertumbuhan Ekonomi, oleh DR (HC) Ir.M. Hatta Rajasa, Menteri Koordinator Perekonomian RI;
4.   Rekonstruksi Nilai dan Semangat Kepahlawanan Pada Kondisi Indonesia Kekinian, oleh Edy Prasetyono, S.Sos.,MIS, PhD, Manager of Research and Publication Fakultas Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia;
5.   Toleransi dan Kecerdasan Multikultural Sebagai Investasi Sosial Penguatan Kebangsaan, oleh Ir. Cahyo Kumolo, Tokoh Senior Pemuda Panca Marga.

VI.         PESERTA SEMINAR
1.      Ketua Umum, Wakil Ketua Umum dan Sekjen DPP LVRI (3 orang)
2.      Ketua Umum KNPI
3.      Ketua Umum DPP – OKP Tingkat Nasional (20 orang)
4.      Rektor Perguruan Tinggi Negeri/Swasta di Jakarta (10 orang)
5.      Unsur PP PPM  (20 orang)
6.      Ketua PD – PPM Seluruh Indonesia (33 orang)
7.      Pimpinan Ormas Tingkat Nasional di Jakarta (15 orang)
8.      Ketua Umum Parpol (18 orang)
9.      Kementerian dan Lembaga Negara Terkait: Kemenlu, Kemendagri, Kemenparektiv, Kemensos, Kemeneg LH, Kemenhan, Kemengpora, Kemenkominfo, Kementan, Mabes TNI, Mabes POLRI, BNN  (12 orang)
10. Lembaga Kajian: INDEF, CSIS, MEGAWATI CENTER, HABIBIE CENTER, ICMI (5 orang)
Seluruh peserta dialog direncanakan lebih kurang 150 orang.

VII.       WAKTU DAN TEMPAT
Dialog kebangsaan ini akan  dilangsungkan  pada hari Selasa tanggal 27 Februari  2013  di Jakarta