Pemuda Panca Marga adalah Organisasi kemasyarakatan Pemuda yang bersifat kekeluargaan dan merupakan wadah berhimpun bagi Putera-Puteri Veteran Republik Indonesia beserta keturunannya yang memiliki hubungan kesejarahan, aspirasi, dan koordinasi dengan Legiun Veteran Republik Indonesia dan merupakan bagian dari Keluarga Besar TNI / Polri

Kamis, 23 Juli 2015

Gubernur DKI Ahok Desak Presiden Daftar Reog Ponorogo ke UNESCO

WARTA KOTA, BALAIKOTA -Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, mengapresiasi grup Reog Ponorogo di Jakarta, yang kerap meraih juara di tingkat nasional maupun internasional.
Warta Kota/Mohamad Yusuf
Ahok pun berencana, menggelar Festival Reog Ponorogo, dengan Piala Gubernur.
Bahkan, ia berharap, agar Reog Ponorogo tersebut, bisa didaftarkan ke United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) sebagai warisan dunia.
"Selama ini komunitas reog yang ada di Jakarta paguyuban udah membawa nama harum Pemda DKI. Kalau Juara kan DKI, terus kita juga ingin kerjasama dengan Taman Mini (TMII) supaya ini dijadikan acara tahunan yang lebih meriah, ada piala Gubernur gitu kan," kata Ahok, seusai menerima Pengurus Komunitas Reog Ponorogo Periode 2015-2020, di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat,  Balai Kota, Rabu (22/7/2015).  
Bahkan, lanjut Ahok, ia berharap, agar kesenian asal Jawa Timur itu, nantinya bisa didaftarkan ke UNESCO, sebagai warisan dunia.
Pasalnya, kesenian itu, pernah diklaim oleh Malaysia, sebagai kesenian dari negaranya.
"Kita juga berharap bisa mendaftarkan ke UNESCO, ini merupakan sebuah seni. Jakarta mau daftarkan, bila perlu kita bikin sebuah festival dunia reog di Jakarta. Dulu kan udah ada silat, kita udah ada makanan rendang, kita harap reog ini juga mendunia," katanya.
Namun, ia juga berharap, agar nantinya setiap setiap klub, komunitas, atau paguyuban reog ponorogo juga memiliki akte. 
Pasalnya, saat ini keberadaan para pecinta kesenian itu di Jakarta sendiri cukup banyak.
"Jadi kan dulu sempet ribut mau diambil Malaysia segala macam pada demo, bahwa reog ini khas. Reog Ponorogo udah terkena lah, di setiap festival pasti ada. Dan di Jakarta banyak sekali klubnya. Dulu kan paguyuban, ini dibuat komunitas ada akte, berbadan hukum, pengurusnya jelas, kita harap yang lain juga akan ikut atau mau bentuk lagi yang baru silahkan. Tapi kita berharap semua tentu berakte, jadi jelas seperti ini," jelasnya.
Dukung
Sementara itu, Anggota Dewan Pembina Komunitas Reog Ponorogo (KRP), Firmansyah, mengatakan, bahwa pihaknya mendukung rencana Ahok untuk mendaftarkan Reog Ponorogo ke UNESCO sebagai warisan budaya dunia.
"Karena yang perlu diingat adalah, bahwa Reog Ponorogo merupakan salah satu warisan seni budaya kebanggaan Indonesia yang unik dan memiliki nilai jual pariwisata tinggi. Jadi perlu dukungan berbagai pihak," kata pria yang juga menjabat sebagai Kepala Dinas Olahraga dan Pemuda (Kadisorda) DKI Jakarta, dalam acara tersebut.
Berbadan Hukum
Sedangkan, Ketua Badan Dewan Pembina Reog Ponorogo Singo Suryo Budoyo, Suryo Mulyono, mengatakan, bahwa pihaknya, melakukan pertemuan dengan Ahok untuk melaporkan, KRP telah memiliki badan hukum. 
"Kami melaporkan kepada Pak Gubernur, bahwa saat ini, kommunitas kami, KRP telah berbadan hukum. Beliau menyambut baik. Bahkan, beliau  bersedia menjadi penasehat Komunitas Reog Ponorogo ini," katanya.
Menurut Suryo, saat ini di dalam anggota KRP, terdapat 85 grup Reog Ponorogo.
Masing-masing grup, terdapat 60 hingga 70 orang. 
"Sejak tahun 1980, Komunitas Reog Ponorogo telah menggelar berbagai macam pertunjukan ke Filipina, Rusia dan negara lainnya," katanya.

Rabu, 18 Maret 2015

Ini penjelasan Jokowi soal penarikan 1.300 traktor dari Ponorogo

Jokowi bagi-bagi traktor di Ngawi. ©Setpres RI/Rusman
Merdeka.- Presiden Joko Widodo ( Jokowi) membantah menarik kembali ribuan traktor yang sempat ditampilkan dalam kunjungannya di Ponorogo, Jawa Timur. Mantan Gubernur DKI Jakarta ini menyebut, traktor yang ada itu tak seluruhnya diserahkan kepada satu desa saja, namun dibagikan ke lima kabupaten lainnya.

"Siapa yang narik, itu kan dikumpulkan 1.300, enggak mungkin 1.300 untuk satu desa. Itu untuk lima kabupaten ya pasti dinaikin lagi ditaruh kabupaten-kabupaten, disebar," ujar Jokowi di Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu (18/3).

Jokowi menambahkan, dia tak mau memberikan penyerahan sekadar upacara simbolis saja dengan menyerahkan tiga atau lima unit traktor kepada warga. Ia hanya ingin memastikan seluruh traktor sudah siap untuk dibagikan saat mendatangi Ponorogo.

"Kumpulkan semuanya, oh barangnya ada setelah selesai dibagikan. Lalu dinaikkan, dibagikan, dan dibawa pulang ke masing-masing kabupaten," tandasnya.

Sebelumnya, sejumlah petani di Ponorogo mengeluh karena traktor tak jadi dibagikan. Padahal, traktor-traktor tersebut dijanjikan akan dibagi secara cuma-cuma kepada seluruh petani.

Janji itu disampaikan Jokowi berkunjung ke Ponorogo Jumat (6/3) dua pekan lalu waktu acara panen raya. Padahal dalam sambutannya saat panen raya tersebut Jokowi menyebutkan akan membagikan 41 ribu traktor yang sebagian akan dibagikan kepada petani di Ponorogo.

Namun usai kunjungan Jokowi, sebagian besar traktor yang dipajang di pinggir Jalan Raya Kecamatan Jetis menuju Kecamatan Bungkal, Kabupaten Ponorogo diangkut kembali truk tronton.

"Katanya akan dibagikan kepada desa-desa di Ponorogo, namun kenyataannya ditarik kembali. Padahal di Ponorogo ini ada 21 kecamatan di 279 desa dan 26 kelurahan. Kami juga tidak tahu alasan penarikan tersebut. Padahal kalau mendapatkan kami akan senang," kata Bairun Kepada Desa Tanjungsari Kecamatan Jenangan Kabupaten Ponorogo pada merdeka.com, Selasa (17/3).

Kamis, 26 Februari 2015

Kisah panglima legendaris Brimob terharu diberi hormat Prabowo

Reporter : Yulistyo Pratomo |
Jenderal Moehammad Jasin. ©buku Gramedia Pustaka Utama/Memoar Jasin Sang Polisi Pejuan
 Merdeka.com - Komisaris Jenderal Moehammad Jasin juga menjadi sosok yang sangat berpengaruh di lingkungan Kepolisian Republik Indonesia (Polri). Dulu Jasin dan Pasukan Polisi Istimewa berperan sangat besar dalam pertempuran Surabaya November 1945. Salah satunya keberaniannya menerobos desingan peluru musuh guna menghentikan tembak menembak.

Jasin juga yang membentuk Brigade Mobil (Brimob) atas penugasan dari Kapolri Jenderal Raden Said Soekanto Tjokrodiatmodjo. Dia kelak diangkat menjadi bapak Brimob.

Ketika itu, tugas utamanya adalah mengatasi ancaman keamanan dan ketertiban, salah satunya menghadapi Agresi Militer Belanda yang berlangsung hingga dua kali, serta teror pemberontakan Angkatan Perang Ratu Adil (APRA) di Bandung, dan terakhir melakukan pengamanan jalan di wilayah Jawa Barat dari ancaman gerombolan DI/TII. Jasin terus berkiprah di polisi hingga menjabat pangkat Komisaris Jenderal.

Ada kisah menarik bagaimana Jasin merasa sangat terharu. Panglima Legendaris Brimob itu tak bisa melupakan penghormatan yang diberikan Prabowo Subianto padanya.

Ketika itu, Prabowo yang masih menjabat sebagai Komandan Kopassus dan berpangkat Mayor Jenderal menghadiri HUT Polri ke-50 pada 1 Juli 1995 lalu. Kegiatan ini digelar besar-besaran oleh Kapolri Jenderal Dibyo Widodo di Senayan, Jakarta Pusat dan dihadiri Presiden Soeharto sekaligus inspektur upacara. Sejumlah pejabat negara, veteran, tokoh masyarakat hingga perwira ABRI ikut hadir.

Oleh panitia, Jasin ditempatkan di Tribun C bersama perwira tinggi ABRI dari ketiga angkatan serta Polri. Di tengah-tengah mereka juga terdapat Prabowo dengan lokasi duduknya hanya berjarak enam deret dari kursi Jasin.

Peringatan HUT Polri pun berlangsung hingga akhirnya menampilkan pembangunan Polri. Di saat bersamaan, melalui pengeras suara terdengar kalimat, "Pada 21 Agustus 1945 di Surabaya, inspektur Polisi Moehammad Jasin turun ke jalan bersama pasukan-pasukan Polisi Istimewa yang berbobot tempur berlaku patriotik bagi Republik Indonesia,"

Tanpa disangka-sangka, Prabowo mendekat ke kursi Jasin. Secara spontan dan tidak masuk dalam rangkaian acara, Prabowo berdiri tegap dan mengambil sikap hormat sempurna. Tindakan Prabowo itu kemudian diikuti oleh hampir seluruh jenderal, Laksamana dan Marsekal yang hadir.
Melihat itu, Jasin mengaku sangat terharu. Dia mengaku tidak pernah mengharapkan perlakuan tersebut.

Kisah tersebut ditulis dalam buku 'Memoar Jasin Sang Polisi Pejuang: Meluruskan Sejarah Kepolisian Indonesia' yang diterbitkan Gramedia Pustaka Utama, Jakarta tahun 2010.

"Itu adalah bukti bahwa generasi muda masih menghargai generasi pejuang kemerdekaan," kata Jasin memuji sikap Prabowo.

Jumat, 26 Desember 2014

Heboh Anak Wakil Bupati Ponorogo Pamer Mobil Mewah Sebelum Ibunya Jadi Tersangka Korupsi

TRIBUNNEWS.COM, PONOROGO - Kabar ditetapkannya Wakil Bupati Ponorogo, Yuni Widyaningsih sebagai tersangka kasus korupsi Dana Alokasi Khusus (DAK) membuat geger warga di Kabupaten ini. Setiap sudut bumi reog ini membicarakan ibu Wabup cantik yang biasa dipanggil mbak Ida.
Kehebohan juga melanda para netizen setelah postingan foto dan status sang anak Wabup yang cukup mencengangkan. Adalah Website Forum 1 cak memajang foto dan status anak sang Wabup di instagram yang terkesan 'pamer' kekayaan.  "Just Status Instagram Anak Wabup Ponorogo Sebelum Emaknya Ditetapin Jadi Tersangka Korupsi Kemarin," demikian postingan di website ini yang kemudian menyebar ke media sosial lainnya seperti facebook.
Ramsarolanda, pemilik akun ini memajang foto mobil-mobil mewah dan menulis," Mobil di rumah ada 7 keren juga kalo senin crv, selasa mx5, rabu wrangler kamis pajero, jumat alphard, sabtu innova dan minggu camry.
Sontak, foto ini pun mengundang reaksi sinis. Anak Wakil Bupati Ponorogo ini disindir 'bersaing' dengan kekayaan keluarga Ratu Atut. "mau saingan banyakan mobil sama atut dan wawan ya bu, gile bener dah," tulis pemilik akun Andri Ma'ruf Anshori.
Senada, pemilik akun Ayuk Kuswindari mengomentari," nanti di penjara bikin trio sama Atut dan Rina iriani...
Kekayaan Mbak Ida memang sudah tersohor di Ponorogo. Ida yang sebelumnya dikenal sebagai istri dari pengusaha kontraktor dan pemilik Rumah Sakit swasta di kota ini memang membangun rumah yang untuk ukuran kota sekecil Ponorogo luar biasa mewah.
Pengguna akun Alfi Herlina menggambarkan bagaimana megahnya rumah Wakil Bupati Ponorogo."Rumah nya beuuh gede buanget,halaman depan nya aja mungkin bisa buat lapang bola,kata om q itu rumah paling bagus sekaresidenan madiun, ternyata dapet dari.......
Tim penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Ponorogo menambahkan Yuni Widyaningsih sebagai tersangka baru dalam pengadaan alat peraga Tahun 2012 senilai Rp 6 miliar untuk 121 Sekolah Dasar Negeri (SDN) dan Tahun 2013 senilai Rp 2,1 miliar untuk 43 SDN se Kabupaten Ponorogo, Selasa (23/12/2014).
Penetapan terangka baru itu, paska tim penyidik melaksanakan gelar perkara di ruang Kepala Kejari Ponorogo, Sucipto. Penetapan tersangka baru itu dibacakan langsung oleh Kepala Kejari Ponorogo, Sucipto didampingi Kasi Pidsus, Yunianto Tri Wahyono dan Kasi Intel, Agus Kurniawan.
Sucipto mengatakan Wabup Ponorogo dijadikan tersangka baru dalam perkara ini lantaran diduga ikut mengkondisikan lelang pengadaan alat peraga Tahun 2012 dan Tahun 2013 itu bersama Direktur CV Global Inc, M Nur Sasongko. Selain itu, penetapan tersangka baru ini berdasarkan keterangan dari para tersangka sebelumnya yang diperiksa menjadi saksi-saksi dalam pengembangan dan saksi bagi tersangka liannya.

Jumat, 24 Oktober 2014

Ritual mistis warga Ponorogo saat Satu Suro

Merdeka.com - Ponorogo merupakan salah satu kabupaten di sebelah selatan Provinsi Jawa Timur. Kota ini dulunya merupakan kadipaten di bawah pimpinan orang sakti bernama Raden Bathoro Katong.

Tak hanya itu, di Ponorogo juga terkenal banyak jagoan-jagoan sakti yang dikenal dengan sebutan warok. Pujangga kenamakan Kraton Surakarta Ronggo Warsito pun pernah berdiam di kota Reog ini.

Menyambut bulan Suro, sebagai daerah yang kental budaya Jawa banyak ritual yang dilakukan oleh masyarakat Ponorogo. Ritual Grebeg Suro itu dimulai dari seminggu sebelum satu Suro sampai pagi harinya.

Berikut ritual Grebeg Suro di Ponorogo yang dihimpun merdeka.com, Sabtu (25/10):

1.
Begadang semalam suntuk

Merdeka.com - Malam satu Suro merupakan gerbang menuju bulan sakral bagi masyarakat Ponorogo. Mereka memilih tak tidur semalaman guna menyambut bulan Suro ini.

"Kalau gini (malam satu Suro) tirakatan, lek-lekan masyarakat Ponorogo. Ada juga yang keliling di alun-alun," kata Budayawan Ponorogo Han Gagas saat dihubungi merdeka.com di Jakarta, Jumat (24/10).

Han menyatakan alun-alun menjadi pusat masyarakat Ponorogo memperingati malam satu Suro. Mereka menghabiskan malam sembari berbincang dengan sanak-saudara di sekitar alun-alun kota Reog.

"Kalau di Ponorogo memusatnya di alun-alun. Semua masyarakat yang mau jalan-jalan sampai malam di sana sekuat tenaga lek-lekan," terang dia.

Namun, dia menyebutkan kelompok Warok memilih tirakat di rumahnya sendiri. Kelompok orang-orang sakti ini menghindari keramaian masyarakat.

"Warok-warok biasanya malah di rumah bersama beberapa murid dan warganya. Karena di kota sudah ramai mereka menyepi di rumah dan sanggarnya," pungkas dia.

2.
Jamasan pusaka Raden Bathoro Kathong

Merdeka.com - Selain tirakat semalam suntuk, masyarakat Ponorogo menjamas pusaka (mencuci senjata) yang dimilikinya menjelang Satu Suro. Mereka membersihkan pusaka itu agar kesaktiannya tidak musnah.

"Tradisi ini istilahnya ngumbah pusaka dengan bunga tiga warna. Biasanya bunga Kantil, Mawar dan Melati," kata Budayawan Ponorogo Hans Gagas saat dihubungi merdeka.com di Jakarta, Jumat (24/10).

Han menyatakan tak sembarangan dalam mencuci pusaka sakti tersebut. Pemilik pusaka biasanya sudah berpuasa sebelum acara jamasan.

"Mereka ada puasa sebelum menjamas pusaka ini. Sehari atau tiga hari sebelumnya sesuai tradisi mereka," terang dia.

Lanjut dia, sore hari sebelum satu Suro, pusaka peninggalan Bathara Kathong pun dikirap dan dijamas. Hal ini sekaligus pengingat perpindahan pusat kota Ponorogo dari kota lama menuju kota baru.

"Kalau kirab pusaka sore tadi jam 4 sampai jam 5. Tombak peninggalan Adipati Bathoro Kathong yang sebelumnya diarak dari kota lama (makam Bathoro Kathong) sampai alun-alun sekaligus napak tilas perpindahan pusat kota," tandas dia.

3.
Larung kepala kerbau di Telaga Ngebel

Merdeka.com - Pagi hari tanggal Satu Suro, masyarakat Ponorogo melakukan ritual larung sesaji bersama bupati dan tokoh masyarakat. Ritual tersebut dilakukan di Telaga Ngebel.

"Paginya, warok-warok bersama bupatinya larung sesaji di Telaga Ngebel. Sekitar jam 7 pagi, kalau dulu kepala kerbau dihanyutkan di tengah telaga sekarang diganti hasil alam," kata Budayawan Ponorogo Han Gagas saat dihubungi merdeka.com di Jakarta, Jumat (24/10).

Lanjut dia, dulu masyarakat Ponorogo melakukan larung kepala kerbau guna menjinakkan naga yang berada di dasar Telaga Ngebel. Cerita itu sudah turun-temurun diyakini oleh warga kota Reog.

"Kalau larung kepala kerbau semacam mitos ada naga yang menjadi cikal bakal Telaga Ngebel, kalau dikasih kepala kerbau puas. Itu ceritanya dari mulut ke mulut orang-orang tua," terang dia.


http://www.merdeka.com/peristiwa/ritual-mistis-warga-ponorogo-saat-satu-suro/festival-reog-nasional-dan-reog-obyokan.html

Merdeka.com - Ponorogo identik dengan Tari Reog. Begitu pula menjelang Satu Suro, Reog akan tampil di alun-alun sejak seminggu sebelumnya.

"Di Ponorogo biasanya ada Festival Reog Nasional satu minggu sebelumnya sudah mulai (menjelang satu Suro). Itu sekalian persebaran orang Ponorogo yang ke luar daerah bisa berkumpul," kata Budayawan Ponorogo Han Gagas saat dihubungi merdeka.com di Jakarta, Jumat (24/10).

Namun, sebelum ada festival, jelang satu Suro Reog biasa dipentaskan masyarakat Ponorogo di jalanan. Mereka menari di tempat-tempat yang disakralkan oleh warga sekitar.

"Kalau dulu, Reog di Ponorogo obyokan dari jalan ke jalan. Mereka berhenti di rumah Pak Lurah, pohon keramat dan sumber mata air," terang dia.

Masih menurutnya, hal itu masih ada sampai sekarang walaupun di desa-desa. Menurutnya ritual tersebut lebih menunjukkan kebudayaan asli Ponorogo.

"Kalau di desa-desa pinggiran masih (Reog obyokan). Konteks budayanya lebih baik dulu," pungkas dia.

Rabu, 16 Juli 2014

Post Power Sindrom, BMI Ponorogo Ngamuk Di Airport Hong Kong.

KINDO Hk -Wednesday 16 July 2014 at 11:17 am. 

 
" Semoga Cepat  tenang, sehat, dan mendapat rizqi yang lebih baik. Al-Fatihah".

Saudari kita, Endah mengalami tekanan jiwa dan mengamuk di airport ketika akan chek in untuk pulang ke Indonesia  menggunakan Garuda Indonesia penerbangan pagi  Rabu, 16/7.
Endah adalah seorang BMI yang berasal dari Karangmojo Balong, Ponorogo ini sudah hampir finish konrak, diperkirakan sekitar akhir September depan. Bekerja dengan baik dan tekun sebagai seorang 'pet-care' , di rumah majikan yang cukup perhatian dan baik.
Karena hampir selesai kontrak, sang majikan bertanya kepada Endah, apakah bersedia menyambung kontraknya atau tidak. Endah gamang, ragu dan mulai cemas tidak dapat mengambil keputusan, apakah pulang atau terus di Hong Kong. Namun akhirnya dia menjawab memilih pulang. Dengan demikian sang majikan mencari pengganti seorang BMI lain.
Sumber mengatakan, seminggu yang lalu pada saat pekerja pengganti baru melakukan sign kontrak dan diinterview di rumah majikan itu, Endah shock. Serta merta dia mulai mengamuk di rumah majikan dengan membuat tindakan yang tidak dapat dikontrol dan membahayakan dirinya dan orang lain. "Menyalakan kompor tanpa keperluan dan mambanting ricecooker". Kata sumber.
Namun sang majikan menyadari ke-alpaan Endah dan tidak memperkarakan walaupun dia membanting dan merusak apapun yang didekatnya. Endah akhirnya dievakuasi di shelter milik agensinya.
Sang agen memanggilkan kakak kandung Endah yang kebetulan juga berada di Hong Kong, kakanya bekerja di majikan lain. Endah merasa sedikit lega, siuman dan sadar setelah ditemani kakak-kandungnya. Agen dan kakak kandungnya serta majikanya sepakat memulangkan Endah pada hari ini, Rabu, 16/7. Pada mulanya Endah pun setuju dan dalam keadaan sadar untuk pulang.
Pulang, akan menghadapi kesulitan ekonomi, merasa kekurangan. Terus di Hong Kong, rasa rindu keluarga selalu menghantui. Endah tak dapat membuat keputusan. Post power syndrom yang tidak terkontrol Endah melakukan tindakan yang mengganggu orang lain di airport.
"Tidak mau antri chek in, dan menghalangi orang lain untuk chek in serta mengambil kunci gembok koper-koper BMI lain yang sedang antri atau menata barang, penumpang dilarang berangkat". Kata seorang saksi di airport.
"Pihak  Front Desk Garuda Indonesia di Airport Hong Kong memanggilkan Polisi  dan Polisi memanggilkan ambulance serta paramedis. Endah dibius dan dilarikan ke rumah sakit  Queen Margaret , Mei Fo"  kata kakak kandungnya, yang menemani Endah sejak semula.  "Kini  dia berbaring belum siuman, dan mohon dukungan sahabat BMI, dan juga do'a berkah Ramadan semoga adik segera  mendapat rahmat dan kesabaran". Kata Endang, sang kakak kandung kepada Kindo ketika dikonfirmasi.
Staf konsulat tenaga kerja  KJRI Gusstaf Elyas telah diberitahu masalah ini, dan akan segera melakukan tindakan yang layak untuk membantu sesuai prosedur yang diperlukan. (Kindo)

Sabtu, 05 Juli 2014

3 Dari 4 pelaku pencurian nasabah Bank ditembak polisi

Merdeka.com - Satuan Reserse Kriminal Polres Kediri Kota membekuk komplotan spesialis penjahat pecah kaca nasabah bank yang biasa beraksi di Kota Kediri. Empat pelaku diamankan di Semarang Jawa Tengah, tiga di antaranya terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas akibat melawan petugas, Sabtu (5/7)

Tiga dari empat tersangka yang dihujani timah panas petugas antara lain Heri Jogja (44) pengintai aksi, John Korea (26) joki sepeda motor dan Andik (20) eksekutor pemecah kaca, ketiganya warga Ponorogo. Sedangkan satu tersangka menyerahkan diri, Rahmad Faelani (27) yang juga warga Ponorogo tidak mendapat tembakan petugas.

Pengungkapan kasus ini setelah sebelumnya pada Jumat (4/7), Rudi Sentosa (33) warga Jalan Sriwijaya Kota Kediri melapor ke polisi setelah menjadi korban pencurian dengan modus pecah kaca mobil.

Peristiwa bermula korban mengambil uang di Bank BCA sebesar Rp 50 juta. Kemudian korban memarkir mobilnya di sebuah cafe di Jalan S Parman Kelurahan Tinalan Kota Kediri. Sekitar setengah jam kemudian korban mendengar suara kaca mobilnya dipecah orang disertai bunyi alarm dari mobil. Korban langsung keluar dan melihat kaca mobil sebelah kiri telah pecah sementara uang sebesar 50 juta yang disimpan dalam tas kresek warna hitam telah hilang.

Menurut Kasat Reskrim Polres Kediri Kota AKP Surono atas laporan Rudi dengan bukti identitas kendaraan Honda Vario nopol AE 4594 VA warna merah yang digunakan tersangka melakukan aksinya akhirnya polisi melakukan pengejaran.

"Sepeda motor yang dipakai pelaku diketahui korban dan hasil penyelidikan nopol kendaraan atas nama Rahmad Faelani warga Ponorogo. Dan kita datang ke rumah Rahmad. Namun ketiga pelaku lainnya kabur ke Semarang dan akhirnya kita kejar di daerah Banyu Urip,Semarang," ungkap Surono.

Atas keterangan Rahmad ketiga pelaku kemudian ditemukan, para tersangka sempat melawan dan akhirnya dilumpuhkan dengan tembakan. Para tersangka kini sudah diamankan di Mapolres Kediri kota, setelah semalam perjalanan dari Semarang.
[hhw]